DUNIA KEDUA
Sinar terang
Mentari fajar telah tampak nyata
Membangunkan insan
Dalam indah buruknya mimpi
Terkulai kaku tak sadarkan diri
Saat kulihat mentari
Menyinari tubuh di atas muka ini
Buram terlihat semua
Teriak orang-orang menyadarkan
Bahwa semua telah binasa
Tertindas oleh ucapan-nya
Berbagai tempat ku lalui
Dari dalam bumi
Ku di jumpai utusan-nya
Tubuh berbicara sendiri
Tanpa terkendali
Tak kusangka
Dosa begitu bertubi-tubi
Mengendap dalam diri
Adakah Ia akan mengampuni ?
Sekarang kuterima catatan ku
Sebagai awal memasuki dunia kedua
Kehidupan alam baka
SESAL
Sedih, pedih luka meraja
Saat keadilan diri disepelekan
Mengeruak pecah terbanting
Perih hati ini
Remuk merusak
Kasih sayang dan kepercayaan tak lagi ada artinya
Kecil masalah seperti besar masalah baginya
Padahal tujuan hanya sebuah pelarian amarah
Dan kini aku bergelut pada penyesalanku sendiri
Di tengah ramainya orang-orang berdiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar